BAITUL ARQAM BSSM DAN PDM LOMBOK BARAT; TEGUHKAN IDEOLOGI DAN KOMITMEN KADER MUHAMMADIYAH YANG BERKEMAJUAN
BAITUL ARQAM BSSM DAN PDM LOMBOK BARAT; TEGUHKAN IDEOLOGI DAN KOMITMEN KADER MUHAMMADIYAH YANG BERKEMAJUAN
Penulis: Admin Pondok
Dipublikasi: 24 Agustus 2026
Bismillahhirrahmanirrahim.
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh.
Mataram-Boarding School Mu’allimin Muhammadiyah (BSMM) dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lombok Barat baru saja menyelenggarakan Baitul Arqam sebagai bagian dari upaya memperkuat ideologi, wawasan keislaman, serta komitmen kader Muhammadiyah dalam menghadapi dinamika dan tantangan zaman. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 21-23 Agustus 2026 di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Nusa Tenggara Barat (NTB).
Baitul Arqom tidak sekadar menjadi ruang pembelajaran mengenai sejarah dan ideologi Muhammadiyah, tetapi juga momentum refleksi bagi seluruh peserta untuk memahami kembali posisi, tanggung jawab, dan peran kader dalam melanjutkan Gerakan dakwah Muhammadiyah. Melalui kegiatan ini, peserta diarahkan untuk memiliki pemahaman ideologis yang kokoh sekaligus kemampuan menerjemahkan nilai-nilai Islam berkemajuan dalam kehidupan nyata.
Kegiatan ini berlangsung dengan rangkaian materi yang membahas ideologi Muhammadiyah, matan keyakinan dan cita-cita hidup muhammadiya, falsafah kehidupan kyai Ahmad Dahlan, Filsafat Pendidikan Muhammadiyah, keperibadian Muhammadiyah, manhaj Gerakan, serta tantangan kader Muhammadiyah di tengah perkembangan sosial, teknologi, dan perubahan masyarakat.
Dalam sambutannya, ketua pimpinan wilayah Muhammadiyah (PWM) Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Falahuddin, M. Ag menegaskan bahwa kader Muhammadiyah tidak cukup hanya memiliki pengetahuan tentang muhammdiyah, tetapuu harus mampu menunjukkan nilai-nilai Muhammadiyah melalui sikap, integritas, dan amal nyata.
“Kader Muhammadiyah harus memahami bahwa ideologi bukan sekadar pengetahuan yang dihafalkan, tetapi nilai yang harus diwujudkan dalam kehidupan. Kader yang berkemajuan adalah kader yang memiliki keyakinan ideologis yang kuat, inklusif, berpikir kritis, dan mampu memberikan solusi bagi persoalan umat dan masyarakat”.
Menurutnya, tantangan kader Muhammadiyah ke depan semakin kompleks. Karena itu, proses kaderisasi harus melahirkan generasi yang memiliki kemampuan intelektual, spiritual, sosial, dan kepemimpinan yang seimbang.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lombok Barat Ustaz Ahmadi Maya Imran, M. Pd menyampaikan bahwa Baitul Arqom harus menjadi ruang untuk memperkuat kembali komitmen kader terhadap perjuangan Muhammadiyah.
“Kaderisasi adalah jantung dari keberlangsungan sebuah Gerakan. Muhammadiyah membutuhkan kader yang tidak hanya aktif berada di dalam organisasi, tetapi juga mampu membawa nilai-nilai Muhammadiyah di tengah masyarakat. Karena itu, setelah mengikut Baitul Arqam, harus ada perubahan dalam cara berpikir, bersikap, dan mengambil peran”.
Ia menambahkan bahwa kader Muhammadiyah harus menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat. Semangat amar ma’ruf nahi mungkar, tajdid, Pendidikan, pelayanan sosial, dan dakwah harus diwujudkan secara kontekstual sesuai kebutuhan zaman.
Senada dengan hal tersebut, direktur Boarding School Mu’allimin Muhammadiyah (BSMM) Lombok Barat, Kyai Abdul Malik Habe, M. Pd menegaskan bahwa kegiatan Baitul arqam menjadi titik sentral dalam membentuk kader dan santri yang memiliki orientasi masa depan.
“BSMM tidak hanya ingin melahirkan peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga jader yang memiliki karakter, ideologi, dan komitmen terhadap perjuangan Muhammadiyah. Baitul arqam menjadi salah satu instrumen terpenting untuk menanamkan nilai tersebut agar para kader mampu menjadi generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.”
Ia menegaskan, bahwa Pendidikan kader harus berjalan beriringan dengan Pendidikan akademik. Kecerdasan intelektual harus dibangun Bersama dengan kekuatan spiritual, kematangan akhlak, kemampuan kepemimpinan, serta kepedulian terhadap persoalan umat dan bangsa.
Sementara itu, Ketua Panitia Baitul Arqam Ustaz Anjasmara, S.H. juga menyampaikan dalam sambutan sekaligus memberikan laporan tentang kegiatan Baitul arqam. Kegiatan ini dirancang bukan hanya sebagai forum untuk menambah wawasan tentang Muhammadiyah, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter, penguatan ideologi Muhammadiyah dan refleksi bagi kader agar semakin memahami tanggung jawabnya sebagai bagian dari persyarikatan.
“Baitul arqam ini kami harapkan tidak berhenti pada kegiatan selama acara berlangsung. Lebih dari itu, peserta diharapkan mampu membawa pulang nilai-nilai yang diperoleh untuk kemudian diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Komitmen terhadap Muhammadiyah harus terlihat dalam sikap, kedisiplinan, akhlak, cara berpikir, dan kontibusi nyata di tengah masyarakat.”
Ia menjelaskan bahwa tema “Meneguhkan Ideologi Dan Komitmen Kader Muhammadiyah Yang Berkemajuan” dipilih sebagai respons terhadap kebutuhan kader saat ini. Di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang begitu cepat, kader Muhammadiyah dituntut tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan dan ideologi yang kuat, tetapi juga mampu berpikir kritis, adaptif, kreatif, dan solutif.
“Baitul Arqam menjadi momentum untuk kembali bertanya kepada diri kita masing-masing; sudah sejauh mana kita memahami Muhammadiyah, sejauh mana kita berkomitmen terhadap perjuangannya, dan apa kontribusi yang dapat kita berikan untuk masa depan persyarikatan.”
Menurutnya, keberhasilan Baitul Arqam tidak hanya dapat diukur dari terlaksananya seluruh rangkaian kegiatan, tetapi dari sejauh mana terjadi perubahan dan penguatan dalam diri peserta. Karena itu, ia beharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan serius, terbuka, dan penuh kesadaran untuk mengambil peran lebih besar di masa depan.
“Kami ingin Baitul Arqam ini menjadi titik awal, bukan titik akhir. Setelah kegiatan ini selesai semangat ber-Muhammadiyah harus semakin kuat, wawasan semakin luas, dan keberanian untuk mengambil peran semakin besar.” Pungkasnya.
Wa'alaikumsallam Warahmatullahi Wabarakatuh.